Komisi I DPRD Terima Aduan Soal Penjualan Daging Anjing

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:54 WIB
Komisi I DPRD Kota Cirebon saat rapat dengar bersama Yayasan Sahabat Peduli Hewan dan instansi terkait.  ( Foto Humas DPRD  Kota Cirebon)
Komisi I DPRD Kota Cirebon saat rapat dengar bersama Yayasan Sahabat Peduli Hewan dan instansi terkait. ( Foto Humas DPRD Kota Cirebon)

KLIKAKTUAL.COM - Komisi I DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengan Yayasan Sahabat Peduli Hewan (YSPH), DPMPTSP, DKPPP dan satpol PP Kota Cirebon, di Griya Sawala gedung DPRD, Jumat (2/12).

Dalam rapat itu, Komisi I DPRD Kota Cirebon mendesak Pemda Kota Cirebon agar segera memberikan teguran terhadap rumah makan yang terindikasi mencantumkan menu berbahan dasar dari daging anjing. Temuan itu berangkat dari aduan Yayasan Sahabat Peduli Hewan (YSPH).

Anggota Komisi I DPRD, Edi Suripno SIP MSi, menyampaikan bahwa dari hasil pemaparan data saat rapat, Edi menyebut rumah makan itu tidak memiliki izin untuk menjual daging anjing. Apalagi sampai dicantumkan dalam menu.

“Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan dan juga di Kementerian Perdagangan itu dilarang menjual anjing, karena bukan sebagai hewan ternak atau konsumsi dan diperjualbelikan,” ujar Edi usai rapat.

Sehingga pada saat rapat itu, dengan tegas Edi mendesak agar Pemda Kota Cirebon dalam hal ini DKPPP untuk segera memberikan imbauan maupun teguran terhadap rumah makan tersebut.

Ia juga mengatakan bahwasannya makanan yang terindikasi memakai daging anjing itu bahan dasarnya berasal dari luar. Mengingat Kota Cirebon tidak memiliki rumah potong hewan (RPH) yang menyembelih anjing.

"Kita akan lihat tiga hari ke depan surat himbauan akan dibuat, bila dalam tujuh hari tidak diindahkan kita akan sidak agar menu tersebut dihilangkan. Kita juga sedang kaji perlu tidak diatur dalam peraturan daerah, "  kata Edi.

Ia juga menambahkan jika ada warga kota Cirebon yang suka terhadap daging anjing, itu sifatnya personal.

"Jika ada warga atau masyarakat yang suka terhadap hal tersebut itu sifatnya personal. Tidak perlu dijual secara umum dalam sebuah rumah makan, "  ungkapnya.

Halaman:

Editor: Mike Dwi Setiawati

Tags

Terkini

X