• Rabu, 28 September 2022

Khutbah Jumat Baru Rilis, 23 September 2022 Tema Rasa Syukur atas Nikmat Allah

- Kamis, 22 September 2022 | 14:27 WIB
Ilustrasi khutbah Jumat terbaru edisi 23 September 2022 (pixabay.com/@kirill_sobolev)
Ilustrasi khutbah Jumat terbaru edisi 23 September 2022 (pixabay.com/@kirill_sobolev)

Klikaktual.com - Berikut adalah naskah khutbah Jumat terbaru dan baru rilis 23 September 2022 dengan tema rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Besok merupakan hari Jumat, yang mana umat Islam seluruh dunia akan melaksanakan salah satu ibadah wajib yaitu salat Jumat.

Dalam pelaksanaan ibadah salat Jumat, nantinya khotib akan memberikan khutbah sebelum pelaksanaan ibadah salat Jumat.


Baca Juga: Sinopsis Film Criminal, Tayang di Bioskop Trans TV 22 September 2022


Berikut ini akan diberikan naskah khutbah Jumat terbaru dan baru rilis dengan tema rasa syukur atas nikmat Allah SWT dilansir Klikaktual.com dari Lirboyo.net.

Khutbah I

الْحَمْدُللهِ الْقَوِيّ سُلْطَانُهْ. اَلْوَاضِحِ بُرْهَانُهْ. اَلْمَبْسُوْطِ فِى الْوُجُوْدِ كَرَمُهُ وَاِحْسَانُهْ. تَعَالَى مَجْدُهُ وَعَظُمَ شَانُهْ. خَلَقَ الْخَلْقَ لِحِكْمَهْ. وَطَوَى عَلَيْهَاعِلْمَهْ. وَبَسَطَ لَهُمْ مِنْ فَائِضِ الْمِنّةِ مَاجَرَتْ بِهِ فِى اَقْدارِهِ الْقِسْمَهْ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ وَفِي أيَةٍ أَخَرَ وَقَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Menurut Hadits


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Alhamdulillah, di siang yang mulia ini kita bisa bertatap muka lagi dalam kondisi yang sehat. Khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan hadirin sekalian, agar selalu memupuk ketakwaan kita. Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat keimanan yang Allah berikan. Dan menjauhkan diri dari apa-apa yang dilarang-Nya.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Rasa syukur kita yang paling besar atas nikmat Allah adalah nikmat berupa iman dan terjaga dari melakukan maksiat.

Bersyukur kepada Allah menjadikan kita orang beriman, menghindarkan kita dari maksiat terbesar berupa kekafiran, kesyirikan, bid’ah dan macam maksiat lainnya. Belum lagi kenikmatan indrawi yang menjadi patokan umum dari kita, seperti nikmat hidup tenang, kecukupan harta, kedamaian keluarga dan sebagainya. Kita tidak mampu menghitung semua nikmat itu.

Baca Juga: Terbaru! Kunci Jawaban Permainan Tebak Kata Shopee Tantangan Harian 22 September 2022 dari Kata Kunci KIINELC


وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”

Rasa syukur harus kita implementasikan dalam rupa tindakan nyata. Karena dengan demikian, kita seperti tengah mengikat semua nikmat tersebut agar tidak lepas lebih-lebih bisa bertambah. Syukur adalah pengagungan kita kepada Sang Pemberi nikmat dengan tidak berani-berani kepada-Nya dan mengkufuri nikmat-Nya.

Baca Juga: Prediksi Liga 2: PSPS Riau vs PSMS Medan, Sang Juru Kunci Menjamu Pemuncak Klasemen


Menurut Imam Al-Ghazali, paling tidak dari ungkapan syukur itu, kita tidak menjadikan anugerah nikmat tersebut sebagai alat untuk bermaksiat. Itulah standar syukur yang paling rendah versi beliau. Tidak menggunakan nikmat yang ada menjadi tunggangan dan tameng untuk bermaksiat.

Hadirin rahimakumullah
Di dunia ini selalu mempunya sisi lain yang berseberangan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, begitu seterusnya. Seperti kata pepatah, roda selalu berputar. Yang di atas akan merasakan juga bagaimana berada di bawah. Begitulah pola kehidupan. Ujian, kesulitan dan musibah yang kita hadapi, sejatinya mengandung hikmah yang sangat besar jika kita mampu menghadapi dengan sabar.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa ketika nikmat yang diberikan Allah begitu banyak, kita selayaknya harus selalu mensyukurinya. Bagaimana cara bersyukur? Yakni dengan mentaati-Nya, menghindarkan diri dari semua yang dilarang, atau setidaknya, seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali, kita tidak memanfaatkan fasilitas kenikmatan tersebut sebagai alat untuk mendurhakai Allah SWT.

Halaman:

Editor: Yasmine Muntazah

Tags

Terkini

Teks Khutbah Jumat Bulan Safar Raih Rahmat Dunia Akhirat

Jumat, 23 September 2022 | 10:09 WIB

Kumpulan Doa Hari Jumat untuk Membuka Pintu Rezeki

Jumat, 23 September 2022 | 09:18 WIB

Amalan Hari Jumat yang Sangat Dianjurkan Rasulullah

Jumat, 23 September 2022 | 08:50 WIB

Bacaan Tawasul Lengkap, Pembuka Tahlilan dan Yasinan

Jumat, 23 September 2022 | 08:25 WIB
X