• Rabu, 1 Desember 2021

Unik, Peringatan Maulid Nabi di Desa Tuk Buyut Kayu Perbatang Milik Pangeran Mancur Jaya

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:26 WIB
Tradisi muludan Tuk
Tradisi muludan Tuk

CIREBON, Klikaktual.com— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (muludan) di Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon mempunyai keunikan tersendiri. Sebab, pada puncak acara muludan di desa tersebut digelar tepatnya sepekan setelah pelal ageng muludan Kasepuhan dan Kanoman yang digelar pekan lalu.

Perayaan yang dikenal dengan muludan Tuk itu dilakukan pengangkatan buyut kayu perbatang, Pangeran Mancur Jaya, sebuah pusaka yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.
Juru pelihara merangkap juru kunci situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Raden Suparja, mengatakan, puncak acara muludan alias pelal di Desa Kertawinangun, diperingati setiap tanggal 19 Rabiul Awal, atau sepekan setelah puncak muludan di Keraton Kanoman dan Kasepuhan Cirebon.

Menurutnya, muludan tahun ini di situs Pangeran Mancur Jaya sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini semua keluarga besar keraton baik Kanoman maupun Kasepuhan turut berpatisipasi melalui moril maupun meteril.

Selain pihak keraton, lanjutnya, pada tahun ini ada kerjasama yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat, komunitas masyarakat Cirebon dan lebih khusus kerjasama dengan laskar Macan Ali Cirebon.

"Alhamdulillah tahun ini baik dari kasultanan Cirebon, komunitas masyarakat Cirebon, juga pemerintahan setempat dan masyarakat sekitar semuanya ikut bersama-sama, artinya pada tahun ini muludan di balong kramat Pangeran Mancur Jaya ini betul-betul sangat antusias dan meriah," ujar Raden Parja sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raden Parja berharap, masyarakat sekitar terutama pemuda dan pemudi sebagai penerus sesepuh nanti, agar tetap dapat menjaga cagar budaya peninggalan nenek moyang.

Menurutnya, kalau tidak ada pelestarian dan dibiarkan maka sejarah di masa yang akan datang akan musnah sia-sia, itu yang tidak diharapkan orang-orang terdahulu.

"Untuk masyarakat sekitar dan pemuda pemudi, agar terus mengikuti ritual-ritual bersejarah seperti ini, saya berharap jangan sampai adat istiadat ini tidak terawat dan terlebih punah, jadi untuk muda-mudi mari bersama-sama untuk merawat benda cagar budaya," ungkapnya.

Raden Parja menjelaskan, ritual pengangkatan kayu keramat Pangeran Mancur Jaya, dimuai dengan pembacaan shalawat Nabi. Setelah dikumandangkan adzan oleh seorang muadzin, tujuh orang kemudian menyelam ke dasar balong keramat untuk mengangkat kayu tersebut.

Halaman:

Editor: Danita Aulia

Tags

Terkini

Jadwal Puasa Sunnah Bulan November 2021 dan Niatnya

Senin, 1 November 2021 | 10:05 WIB

Khutbah Jumat: Hari Santri dan Cara Jihad Masa Kini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:56 WIB
X