• Rabu, 26 Januari 2022

Pembahasan UMK Kota Cirebon Deadlock, KSPSI Walk Out

- Selasa, 23 November 2021 | 22:00 WIB
Ilustrasi upah minimum 2022.  ( EmAji/pixabay.com)
Ilustrasi upah minimum 2022. ( EmAji/pixabay.com)

CIREBON, Klikaktual.com — Empat perwakilan Serikat Pekerja (SP) walkout dari rapat pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 dengan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Selasa (23/11/2021).

Sekertaris DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cirebon, Andi Muhammad menyampaikan usulan kenaikan UMP sebesar 10 persen ditolak.

"Kami turunkan dari 17 persen ke 10 persen namun tidak ada respons, untuk itu kami walkout apapun yang diputuskan Depeko, kami tidak sepakat. Kami harap ini menjadi perhatian khusus dari Walikota Cirebon," ujarnya.

Angka tersebut ia ambil bedasarkan usulan dari para buruh dan melihat kondisi perekonomian saat ini. Baginya kenaikan UMK sebesar 17 persen akan berdampak pada daya beli.

"Pertimbangan kami melihat inflasi di tahun 2020 yakni 3,5 persen, kita berjuang dan disepekati 3,5 persen, tapi tahun ini hanya 1,7 persen. Bila kita melihat dari tahun lalu maka tahun depan akan lebih kecil," jelasnya.

Akibatnya, dari rapat tersebut terjadi deadlock antara KSPSI dengan APINDO yang mengikuti PP 36. Andi menganggap PP tersebut tidak manusiawi. Maka jika dirupiahkan kenaikannya hanya sebesar Rp38 ribu perbulan atau hanya Rp1000 perharinya.

“Kalau bedasarkan hitungan kami 1,7 persen dari UMK lalu hanya Rp38 ribu,” tukasnya.

Editor: Danita Aulia

Tags

Terkini

Korem 063/SGJ Laksanakan Upacara 17an Awal Tahun 2022

Senin, 17 Januari 2022 | 23:15 WIB
X