• Rabu, 1 Desember 2021

Pemda Provinsi Jabar Siap Bantu Pesantren

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:10 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

PEMERINTAH Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat siap membina pondok pesantren sesuai peraturan presiden dan perda tentang pesantren.  Hal tersebut  dikemukakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, saat sosialisasi Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren dan Perda Provinsi Jabar No 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, di Pendopo Bupati Cianjur, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/10/2021).

Menurut Wagub, ada tiga fokus bantuan untuk ponpes sesuai Perda Pesantren. Pertama, hak menerima anggaran, hak mendapatkan pembinaan, serta hak menerima pemberdayaan dari pihak pemerintah. 

"Terkait pembinaan, bidang pendidikan dan kurikulum tidak menjadi prioritas, namun Pemda Provinsi Jabar  siap menyediakan pembinaan bidang pendidikan dan kurikulum bagi ponpes yang memerlukan," ucap Wagub seperti dikutip Klikaktual.com di laman resmi jabarprov.go.id .

Wagub menyatakan, untuk pembinaan tidak termasuk pembinaan bidang pendidikan dan kurikulum, karena setiap ponpes sudah memiliki kurikulum dan silabus masing-masing, yang biasanya berdasarkan almamaternya.

"Tapi pemerintah menyediakan kalau ponpes ingin penyuluhan pendidikan dan kurikulum, kami siap," tegasnya.

Wagub menyatakan, masih ada pimpinan ponpes yang menganggap tabu untuk berhubungan dengan pihak pemerintah. Pemda Provinsi Jabar akan menghargai keputusan setiap pimpinan ponpes dan tidak akan memaksa ponpes untuk mengikuti program bantuan Perpres dan Perda Pesantren.

"Hari ini banyak pimpinan ponpes yang tidak mau, menganggap tabu dan seolah-olah mengharamkan untuk datang ke pihak pemerintah, padahal ada peluang bantuan," ujarnya.

"Tetapi kami tidak memaksa. Kalau mereka memang tidak mau anggaran dari pemerintah, ya tidak apa-apa. Ini bagi yang mau, kami sebagai politisi dan pemerintah sudah membuat legalitas, sehingga nanti bisa kontinu pembangunan di ponpes dengan Perpres dan Perda Pesantren," imbuhnya.

Wagub menegaskan, guna menghindari penyelewengan bantuan dana untuk pesantren, maka penyerahan bantuan dalam bentuk fisik karena akan lebih aman. Kurang mampunya ponpes dalam mengelola administrasi dapat berisiko menjadi temuan pada laporan keuangan.

Halaman:

Editor: Danita Aulia

Tags

Terkini

Pembahasan UMK Kota Cirebon Deadlock, KSPSI Walk Out

Selasa, 23 November 2021 | 22:00 WIB

Indramayu Diguncang Gempa Bumi 4,4 M

Senin, 15 November 2021 | 18:47 WIB

Kota Cirebon Masuk PPKM Level 1, Ini Indikatornya

Senin, 15 November 2021 | 15:31 WIB
X